HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Kota Tomohon dan Sekitarnya

04 February 2015

Lintas Berita Tomohon

 
Puskesmas Lansot Buka Posyandu
Tomohon, KOMENTAR
Puskesmas Lansot, Keca-matan Tomohon Selatan, membuka Posyandu untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi balita dan lansia. Menurut Kepala Puskesmas Lansot dr Jerry Bororing, kegiatan ini ditun-jang oleh puskesmas-pus-kesmas pembantu yang ada guna memaksimalkan pela-yanan.
Lanjutnya, kegiatan ini di-laksanakan untuk mendu-kung program pemerintah kota dalam menjabarkan program kesehatan, salah satunya menuju Kota Sehat di tahun 2015. 
“Kegiatan ini akan kami lakukan setiap bulan secara rutin di wilayah Tomohon Selatan,” paparnya kemarin (3/2), seraya mengatakan animo masyarakat sangat tinggi.(nox)



DPPKBMD Terus Lakukan Evaluasi
Tomohon, KOMENTAR
Kadis Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Barang Milik Daerah (DPPKBMD) Kota Tomohon Harold Lolowang menegaskan, pihaknya terus melakukan evaluasi guna kepentingan pembenahan dan perbaikan kinerja. 
“Sasarannya adalah untuk menciptakan pelayanan yang lebih baik lagi ke depan,” tandas Lolowang, Senin (02/02).
Selain itu, menurut Lolowang, evaluasi dilakukan se-bagai upaya untuk meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah). “Untuk merealisasikan target ini memang tak mudah. Makanya diperlukan kemauan yang sungguh-sungguh,” tandasnya.
Ditambahkannya, DPPKBMD juga dituntut untuk melakukan pengendalian terhadap realisasi pendapatan daerah. Sasarannya tak lain adalah agar program-program pemerintah berjalan sesuai rencana sehingga pembangunan daerah berjalan dengan baik.(nox)


Perayaan Misa Syukur 50 Tahun Hidup Membiara
Perayaan misa syukur 50 tahun hidup membiara suster Theresia Margarita, OCD, dilaksanakan di Biara Karmel Kakaskasen, Keca-matan Tomohon Utara, Se-nin (02/02). Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Ke-budayaan dan Pariwisata To-mohon Drs Gerardus Mogi yang mewakili Walikota To-mohon Jimmy F Eman SE Ak, dalam sambutannya me-ngatakan bahwa di zaman sekarang yang sangat kom-pleks, hidup religius menjadi sebuah pergulatan dan per-gumulan iman.
“Terlebih ketika dihadap-kan pada fenomena indivi-dualisme, konsumerisme, hedonisme dan materialisme yang hampir menguasai se-luruh aspek kehidupan ma-nusia yang berakibat pada tergerusnya nilai-nilai roha-ni dan kebajikan kristiani,” tutur Mogi.
Sehingga, lanjut dia, jika kita berbicara tentang pe-nyangkalan diri, memikul salib dan cinta kasih, sering tidak lagi menjadi hal yang prioritas dan esensial dalam hidup. 
“Pemerintah dan masyara-kat Kota Tomohon mensyu-kuri kehadiran para suster yang ada dalam komunitas Biara Karmel, dan komuni-tas biara lainnya. Karena ke-hadiran para suster menja-dikan kota ini senantiasa diberkati oleh Tuhan,” tutur Mogi. 
“Diharapkan, perayaan misa syukur ini tidak sema-ta-mata menjadi selebrasi kegembiraan atas perjalan-an panjang sebagai biarawati yang dijalani selama 50 ta-hun oleh suster Theresia Mar-garita, OCD. Namun dapat menjadi motivasi baru untuk semakin mengokohkan se-mangat pelayanan dan pe-wartaan serta doa yang tidak putus-putusnya bagi banyak orang yang membutuhkan pelayanan,” tutup Mogi.
Sebelumnya, ibadah misa dipimpin Pst. DR. Yohanis Yosep Montolalu, Pr, selaku sekretaris keuskupan Mana-do. Hadir juga mewakili ko-misaris OCD Indonesia Pater Agustinus Frans Pera, OCD, kepala Biara Karmel St. Theresia dari kanak-kanak Yesus Kakaskasen Muder Bernadet OCD Priorin, De-wan Pastoral Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Woloan Drs. Thomas Senduk, para pastor Pr, pastor MSC, bru-der, serta para suster.(nox)


Sopir Bus Mengeluh
Tomohon, KOMENTAR
Maraknya taksi gelap yang melayani rute Tomohon-Ma-nado membuat para sopir bus mengeluh. Mereka meng-harapkan pihak kepolisian dapat menertibkan taksi ge-lap sebelum dampaknya se-makin parah.
“Kami minta Polres Tomo-hon menertibkan taksi gelap yang beroperasi di Kota To-mohon. Kehadiran mereka sudah sangat meresahkan dan mengancam mata pen-caharian kami yang nota bene memiliki izin resmi,” keluh Jopie, salah satu perwakilan sopir, Senin (02/01) kemarin.
Menurut Jopie, kondisi ini jika dibiarkan berlarut-larut bisa membuat para sopir me-ngambil tindakan main hakim sendiri. Karena ini adalah ma-salah perut para sopir dan ke-luarga yang harus dihidupi. “Makanya kami minta kepo-lisian segera menertibkan tak-si gelap,” tukasnya.
Sementara Jein, seorang warga yang melakukan per-jalanan Manado-Tomohon setiap hari, mengaku terban-tu dengan keberadaa taksi gelap. Apalagi di saat keada-an mendesak, taksi gelap justru menjadi pilihan uta-ma. “Kalau naik bus, tunggu penuh baru berangkat. Buat mereka yang sedang dikejar waktu, naik bus tentunya tidak efektif. Sehingga wajar jika banyak warga yang me-milih menggunakan taksi ge-lap,” tuturnya.(nox) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin