HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

16 July 2012

SHS Pantas Terima Nobel(1)


Saya kenal SHS sudah sejak tahun 1982 begitu unik performance seorang SHS yang saya kenal dan s/d tgl 14 Juli 2012 jam 09.00 sepertinya saya sudah mengenal beliau 100%.

Oleh: Ir JWT Lengkey

Kenapa saya katakan demi-kian? Padahal setelah tanggal 14 Juli jam 09.00 di UIN (Universitas Islam negeri) Maulana Malik Ibrahim Ma-lang di gedung Dr Ir Sukarno berlangsung acara penganu-gerahaan gelar DR HC kepa-da sosok DR SH Sarunda-jang yang juga Gubernur Sulawesi Utara sejak 2005.
Sambutan dari Wakil Men-teri Agama RI Prof Dr Na-saruddin Umar MA dan sambutan rektor UIN Malik Ibrahim Malang, Prof Dr H Imam Suprayogo juga sam-butan Rektor UGM Yogya-karta Prof Dr Pratikno mem-buat saya tersadar bahwa saya baru mengenal DR HC DR SH Sarundajang seba-nyak 60%, bukan 100% se-perti yang saya kira semula. Karena sebenarnya SHS pa-tas mendapatkan NOBEL “pemimpin masyarakat ma-jemuk” (tingkat global).
Rektor UIN mengatakan bahwa dia bangga karena dalam ruangan ini ada suatu nuansa kemajemukan suku golongan dan agama bahkan ada bekas “lawan” menjadi sahabat yang penuh kasih, yang dimaksud adalah ke-tiga sosok yang dulunya berlawanan, yaitu SHS, dan sosok yang berjubah putih dan mengenakan sorban, panglima laskar mujahidin Ja’far Umar Thalib beserta tokoh agama Islam di Ma-luku, Dr. H. Muhammad Attamimi (kakanwil ke-menag Propinsi Maluku).
Ketika tahun 1999-2001 terjadi konflik sosial di Ma-luku dan Maluku Utara di-tugaskanlah oleh Presiden Megawati SHS sebagai Duta Kasih Perdamaian. Sejak itu ketiga sosok tadi menjadi sa-habat yang penuh kasih sampai saat ini.
Peristiwa di UIN (pembe-rian gelar Doktor Honoris Causa yang pertama kepada orang non-Muslim) mem-buktikan bahwa Islam di Indonesia memiliki toleransi berdasarkan kasih. Demi-kian yang diungkapkan oleh Rektor UIN.
Ternyata SHS dengan hati yang tulus, serta dengan hati nurani yang bersih, tidak memihak dan hadir untuk mendengarkan langsung pihak-pihak yang bertikai termasuk berdialog, SHS lakukan itu semua dengan tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan dialog antar pemuda ter-masuk dengan cara menga-dakan outbond dan kegia-tan-kegiatan lainnya untuk pemuda yang semuanya di-dasari dengan pendekatan hati yang tulus. Dengan se-mangat bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara tidaklagi mengenal batas suku, etnis, ras, agama iman dan keyakinan.(bersambung)

 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin