|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita Kesehatan dan Lingkungan |
20 July 2012
|
|
Pengobatan Dinkes Sulut di Ratahan Ditolak
Camat |
KEGIATAN sosial Dinas
Kesehatan (Dinkes) Sulut berupa pengobatan gratis
yang dilaksanakan Rabu (19/07) untuk masyarakat
Kecamatan Ratahan, khu-susnya Desa Tosuraya Ba-rat,
mendapatkan penolakan dari camat setempat dengan
alasan kurang jelas.
Tapi menurut Kepala Din-kes Sulut dr Maxi Rondo-nuwu
DHSM, penolakan itu bukan menjadi masalah, ka-rena
di manapun pengoba-tan bisa berlangsung. “Tidak
tergantung lokasi, apakah di bawah pohon atau
lapangan terbuka bukan menjadi ha-langan, karena
yang penting tujuan untuk mengobati masyarakat bisa
tercapai,” jelasnya.
Rencana awal, kegiatan akan berlangsung di balai
pertemuan desa, tapi karena Camat Ratahan tidak
mem-bolehkan pengobatan untuk masyarakat berlangsung
di lokasi itu, akhirnya tim dari Dinkes Sulut
berniat mem-batalkan kegiatan tersebut. Tetapi
karena ada inisiatif dari masyarakat untuk me-mindahkan
lokasi dan tetap melaksanakan pengobatan gratis,
kegiatan itu terlak-sana dengan baik.
Sampai berakhirnya peng-obatan, tercatat masyarakat
yang dilayani sebanyak 150 orang untuk pengobatan
umum, pemeriksaan gula darah dan sekitar 150 untuk
pemeriksaan mata disertai pemberian kacamata gratis.
Sementara itu, Sinyo Ro-rong warga setempat
menya-takan penyesalan terhadap penolakan camat itu.
Menu-rutnya, niat baik dari Dinkes Sulut untuk
masyarakat ditolak mentah-mentah oleh camat. Padahal
kepala desa dan aparatnya sudah me-nyatakan setuju
dilaksana-kannya kegiatan tersebut.
“Menyesal sekali ada peno-lakan seperti ini. Padahal
pemerintah kecamatan sen-diri tidak pernah
melaksana-kan pengobatan gratis. Tapi di saat ada
salah satu putra daerah yang peduli, malah ditolak,”
sesal Sinyo.
Sedangkan menurut Fritje Rambi, mewakili warga lain-nya
menyampaikan terima kasih kepada Dinkes Sulut yang
dipimpin dr Maxi Ron-donuwu, mau melaksana-kan
pengobatan gratis di desa tersebut. “Kalo torang mo
ke Manado musti kaluar frag lei. Apalagi kalo mo
beli ka-camatan. Torang bersyukur dengan pengobatan
ini. Tri-ma kaseh untuk dokter Maxi dan tim dari
kesehatan,” ujar Fritje Rambi.(dds) |
|