CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Berita Manado
Politik & Pemerintahan
Pendidikan
Ekonomi
Hukum & Kriminalitas
Otonomi & Suksesi
Bolamania & Olahraga
 
 
BERITA DAERAH
Minahasa
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sangihe
Talaud
Sitaro 
Totabuan 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Sagihe

03 March 2015

Mesin pamboat rusak
12 Warga Tabut Hilang saat Menuju Filipina

 

 IKUTI BERITA LAIN

Rp 1,4 Miliar Disiapkan Bangun TPI

Selain Harga Naik, Diduga Takaran Beras Dipermainkan

Hari Ini, Pengurus PAC se-Sitaro Disahkan

Legislator Sangihe Belum Kantongi Buku APBD

Tahuna, KOMENTAR
Bermaksud hendak mengunjungi sanak saudara yang berada di Kota Gland, Filipina Selatan, 12 orang warga Kecamatan Tabukan Utara (Tabut) justru hilang dan tak ada kabar sejak berangkat dari kampung Petta dengan menggunakan pamboat tanggal 25 Februari lalu. 

Menurut pengakuan dari salah satu istri korban yang hilang, terakhir ia hanya mendapat kabar lewat hand-phone dari sang suami 6 hari yang lalu untuk memberi tahu kalau mesin pamboat mengalami kerusakan dise-kitar pulau terluar Marore. Bahkan pihak keluarga juga sudah melakukan pencarian hingga di sekitar pulau ter-luar Marore, namun upaya keluarga tersebut belum mendapatkan hasil.
“Kami dari pihak keluarga sudah melakukan pencarian namun hingga hari ini belum bisa ditemukan. Kami juga berharap bantuan dari pe-merintah setempat untuk dapat membantu keluarga dalam melakukan penca-rian,” ungkap sang istri tersebut.
Kapolsek Tabut, AKP Win-sulangi Pandensolang ketika dikonfirmasi wartawan, Se-nin (02/03) kemarin, mem-benarkan adanya kejadian itu. Ia juga membenarkan sudah ada upaya pencarian dari pihak keluarga bersama aparat terkait, bahkan tidak hanya di sekitar pulau Maro-re, namun hingga ke pulau terluar lainnya, seperti pu-lau Kawio dan Kawaluso, ter-masuk ke perairan dekat pulau Siau.
“Jadi cuma pada saat ada-nya kerusakan mesin itu ke-luarga mendapat sms dari sang suami, setelah itu lang-sung putus kontak dan hing-ga saat ini sudah tidak bisa dihubungi lagi,” ungkap Pandensolang.
Warga yang berada di atas pamboat tersebut, yakni Frengky Kalendesang (47), Edward Kaledesang (23), Rismo Sarian (33), Mario (15), Kabar (14) Andesan Nu-nayan, Stevano Wurangian, Dahlan Karlos, Jainudin Ma-kahiking serta Tata Idung dan Incik.(ric)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin