|
Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No.
38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita Politik dan Pemerintahan |
23 July 2012
|
|
Harga Cengkih
Diproyeksikan Terus Melonjak
|
Manado, KOMENTAR
Harga cengkih yang saat ini masih bertahan di
kisaran harga Rp 80-an ribu per kilogram,
diproyeksikan masih akan terus melonjak. Apalagi
ketika para petani semakin cerdas dan lebih selektif
dalam melepas cengkih ke tangan pedagang.
Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Sulawesi Utara (Sulut)
Ny Yenny Karouw melalui Kepala Bidang Pro-duksi dan
Perlindungan Ta-naman, Refly Ngantung me-ngatakan
bahwa secara na-sional kebutuhan cengkih
diperkirakan mencapai se-kitar 120 ribu ton.
Sementa-ra panen di Sulut tahun ini mampu mencapai
10 ribu sampai 15 ribu ton, begitu pun dengan daerah
Maluku dan sekitarnya sekitar 5 ribu ton dan daerah
lain di Sumatra pada kisaran 10 ribu ton.
“Tahun ini, secara matema-tis diproyeksikan akan
ter-jadi defisit atau kekurangan supply. Produksi
cengkih se-cara nasional ada berkisar 30-an ribu
ton. Sehingga harga diperkirakan akan terkatrol Rp
100 ribu per kilogram bahkan lebih,” kata Ngantung.
Saat ini produksi cengkih memang agak berkurang,
siklus terjadinya panen raya menurutnya baru akan
ter-jadi pada tahun 2013 men-datang. Itupun setelah
mem-perhitungkan juga perubah-an iklim yang semakin
tak menentu akhir-akhir ini.
“Hukum pasar jelas akan lebih berbicara dalam hal
ini, apalagi ketika supply cende-rung berkurang dan
tak se-banding dengan kebutuhan, harga tentu akan
melonjak naik,” tukasnya.
Sementara itu, sejumlah pe-tani cengkih mengaku
masih cukup khawatir dengan si-kap pemerintah yang
tak kunjung mengambil sikap. Salah satunya yakni
melalui pola resi gudang, terutama da-lam
mengantisipasi terjadi-nya panen raya cengkih men-datang.
“Tahun-tahun kemarin ren-cananya akan diterapkan
resi gudang oleh pemerintah setelah sempat
disosialisasi-kan lebih lanjut, terutama da-lam
menghadapi panen raya. Padahal jika rencana ini be-nar-benar
dijalankan, tentu akan sangat menguntung-kan petani,
karena selama ini, pemerintah seakan lepas tangan
dan para pedagang-lah yang paling banyak
di-untungkan dalam hal ini,” sebut salah seorang
petani cengkih.(fly) |
|