CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Berita Manado
Politik & Pemerintahan
Pendidikan
Ekonomi
Hukum & Kriminalitas
Otonomi & Suksesi
Bolamania & Olahraga
 
 
BERITA DAERAH
Minahasa
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sangihe
Talaud
Sitaro 
Totabuan 

REDAKSI INFO.
About Us

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

Berita Politik dan Pemerintahan

05 February 2015

Kolintang Berpeluang Masuk UNESCO Sebagai Warisan Budaya Dunia

 

IKUTI BERITA LAIN

Komisi I Siap FPT Calon Komisioner KPID Sulut

Kandouw: Kinerja Lembaga DPRD Terus Meningkat

Hanya bagian umum, tapi kelola dana puluhan miliar Rupiah
Proyek PL Bakal Dibagi ke Legislator
BPBD Sulut Bantu Warga Korban Banjir di Likupang
Tumundo Minta Pemerintah Kabupaten/kota Terapkan Konsep KLA
Lintas Berita Pentas

Manado, KOMENTAR
Ini kabar gembira bagi masyarakat Sulawesi Utara khususnya warga Minahasa raya. Pasalnya, musik kolintang yang menjadi kekayaan budaya di tanah Minahasa ini akan menjadi warisan budaya Indonesia di Unesco tahun 2015. Hal ini dibenarkan I Nyoman Astawa selaku Sekjen Pingkan (Persatuan Insan Kolintang Nasional) kepada sejumlah wartawan, Rabu (04/02) kemarin. 
“Pingkan sedang perjuang-kan agar alat musik kolin-tang dari Minahasa Sulawesi Utara akan masuk UNESCO tahun ini dan menjadi wari-san budaya dunia,” ujarnya.
Namun, lanjut Astawa, musik kolintang yang juga tercatat sebagai warisan budaya nasional ini masih harus bersaing dengan tiga (3) budaya lainnya masing-masing Tarian Bali, Taman Mini Indonesia Indah Ja-karta dan tenunan kain tra-disional Nusa Tenggara Ti-mur (NTT). Namun dia opti-mis musik kolintang akan masuk UNESCO.
“Hanya satu budaya yang masuk UNESCO dan jika di-lihat peluang musik kolin-tang lebih besar. Selain mu-sik ini terus dilestarikan, memiliki manajemen yang lengkap dari daerah hingga ke pusat, miliki dokumen yang lengkap serta sering diivenkan dan sebagainya,” jelasnya.
Hanya saja, Astawa meng-akui masih ada hal lain yang harus ditingkatkan yang me-nyangkut sosialisasi musik kolintang. “Sosialisasi harus ditingkatkan,” paparnya. 
Astawa mengaku jika ko-lintang masuk UNESCO se-lain untuk pertama kalinya budaya Sulut jadi warisan bu-daya dunia, ke depan juga akan memberikam multi-player effect. “Yang pasti akan mengangkat citra daerah Sulut dan bangsa Indonesia di mata dunia, terus dibina dan dilestarikan di tingkat dunia, mendapat dana dan bantuan dari para stakeholders di dunia, menarik banyak wisatawan ke daerah dan masih banyak hal lainnya,” tukasnya.
Hal ini mendapat duku-ngan penuh dari Ketua Lit-bang Pingkan Dr Perry Ru-mengan MSn yang juga adalah pakar musik yang su-dah mendunia. “Kolintang ini secara filosofi menggam-barkan Bhinneka Tunggal Ika. Masing-masing alat musik dimainkan dengan cara sendiri-sendiri tapi menghasilkan satu kesatuan musik. Daerah Minahasa (Raya) seperti itu. Meski kita berbeda-beda tapi selalu satu,” tukas Rumengan. 
Sedangkan Kadis Kebu-dayaan dan Pariwisata Fem-my Pangkerego menyambut baik peluang ini. “Kami selalu menggelar seminar dan lokakarya alat musik kolintang dan melombakan alat musik ini secara nasional. Hari ini (kemarin, red) kami menggelar lokakarya musik kulintang di Warukapas dengan Astawa dan Rumengan jadi pembicara,” tandas Pang-kerego yang sangat intens mempromosikan pelbagai obyek wisata dan budaya hingga ke tingkat dunia ini.(imo) 


  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin