|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Utara |
11 Maret 2010
|
|
Gelar aksi demo
di kantor bupati
Sat Pol PP
Minut Tuntut Kasat Pol-PP Diganti |
Airmadidi, KOMENTAR
Ini mungkin baru pertama kali terjadi di Minahasa
Utara, di mana Satuan Polisi Pamong Praja (sat pol
PP) menggelar aksi demo di kantor bupati Rabu
(10/03) kemarin. Aksi demo tersebut dilakukan karena
personel Pol PP kecewa dengan sikap Kasat yang
kurang memperhatikan hak mereka, bahkan
kesejahteraan personel. Namun sayangnya, tujuan
pendemo yang ingin bertemu bupati gagal, pasalnya,
bupati saat itu sedang berada di luar kantor.
Karena tidak bertemu bupati, sekitar 50 personel itu
melan-jutkan aksinya di pendopo ser-baguna Pamkab
Minut. Ke-pada sejumlah wartawan, pendemo lewat
jurubicara J Luntungan dalam orasinya megatakan,
mereka selama ini merasa ditindas, sebab setiap
mereka melakukan pengama-nan tidak pernah menerima
honor pengamanan. Padahal kata mereka, menurut Kasat
Sat Pol PP Minut Jack de Breving bahwa ada anggaran
untuk pengamanan.
Begitu juga dengan uang po-tongan gaji sebesar Rp 40
ribu yang dilakukan jika para personel tidak masuk
kerja, hingga sekarang ini uang potongan yang
diketahui para anggota Pol PP kurang lebih Rp 20
juta belum diketahui ke-beradaannya, sebab menurut
bendahara Pol PP uang kas sekarang ini kosong.
Padahal kata jubir demo itu, uang potongan dipakai
jika ada personel yang membutuhkan, atau ingin
meminjam uang.
“Kami tidak mempersalah-kan administrasi keuangan,
tapi ini memang benar-benar jelas bahwa kasat sangat
lam-bat mengurus administrasi ke-uangan, dan kurang
memper-hatikan hak anggota. Juga kami tidak
mempersalahkan jika sekarang sudah tiga bulan belum
terima gaji, tapi hal itu karena kasat lambat
mengu-rusnya. Untuk itu kami me-minta Baperjakat
memperhati-kan kapasitas kasat kami, kalau bisa
dicari orang yang pas untuk menangani Satpol PP,”
kata Luntungan yang ikut dibenarkan oleh seluruh
pendemo.
Mereka juga meminta kepada bupati agar segera
menyikapi hal ini, sebab selama ini mere-ka merasa
dianak tirikan de-ngan sikap yang dilakukan oleh
Kasat mereka sendiri. “Kami menuntut agar Kasat
diganti, karena tidak mampu mengakomodir anggotanya.
Kami memang sangat membu-tuhkan uang karena belum
terima gaji, tapi kasat malah kurang memperhatikan
kebu-tuhan kami, karena uang kas sudah habis jika
kami ingin pinjam uang,” pungkas me-reka.(lan)
|
|