|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
11 Maret 2010
|
|
Perbankan Siap
Kucurkan Dana KUR |
Manado, KOMENTAR
Upaya Pemprop Sulut untuk memberdayakan ekonomi
rakyat dengan kategori skala mikro kecil, terus
dilakukan. Untuk mewujudkan rencana tersebut,
pemprop harus bekerja keras, salah satunya dengan
merangkul pihak perbankan dan BUMD.
Gayung pun bersambut, pi-hak perbankan maupun BUMD
ternyata memberikan respons yang baik dan
menya-takan siap untuk mengucur-kan bantuan. Kendati
dalam berbagai bentuk pemberian pinjaman selama ini,
masyara-kat kerap salah mengartikan-nya sebagai
hibah yang tak perlu dikembalikan. Alhasil tak
sedikit pinjaman yang me-ngalami kemacetan atau Non
Performing Loan (NPL).
“Pihak perbankan dan BUMD, rata-rata menyatakan siap
un-tuk memberikan pinjaman,” kata Asisten Bidang
Ekonomi dan Pembangunan, Asiano Gammy Kawatu SE MSi,
saat memimpin rapat koordinasi, Rabu (11/03)
kemarin.
Lanjut dikatakan Kawatu, se-luruh perbankan dalam
pekan ini juga diminta untuk me-nyampaikan
laporannya seca-ra tertulis. Ini penting, sebagai
bentuk evaluasi, sekaligus juga mengetahui
perkemba-ngan pinjaman yang sudah di-manfaatkan oleh
para pengu-saha UMKM. “Melalui evaluasi ini, maka
hambatan yang terjadi pada PKBL, tak akan terulang
pada pinjaman KUR,” ujarnya sembari menambah-kan
bahwa KUR akan mem-berikan pinjaman kurang dari Rp 5
juta yang tentu saja tan-pa agunan.
Menariknya, di sela-sela per-temuan yang turut
dihadiri Pe-mimpin Bank Indonesia Ram-lan Ginting,
Kepala Dinas Ko-perasi Propinsi Sulut, Robby Assah
SE MSi, Kepala Biro Perekonomian, Drs Adry
Ma-nengkey SE MSi ini, disebut-kan para perwakilan
perban-kan dan BUMD bahwa penya-luran PKBL masih
terhadang oleh NPL masih cukup tinggi. Bahkan sampai
50 hingga 70 persen.
“Dana yang kita salurkan se-jak tahun 1992 sampai
seka-rang sudah mencapai Rp 9,6 miliar. Sementara
kredit macet yang kita hadapi mencapai Rp 2,2
miliar. Penyebabnya kare-na masyarakat
menganggap-nya bukan sebagai pinjaman,” kata Ety
Handayani dari PT Angkasa Pura.
Hal senada juga diungkapkan PT Jamsostek dari dana
sebe-sar Rp 4 M yang dikucurkan tetapi yang
dikembalikan ha-nya sebesar Rp 1 M. Demikian juga
dengan PT PLN dari Rp 8 M yang disalurkan, sebagian
besar belum dikembalikan. Sementara itu, BNI dari
dana sebesar Rp 47 M, yang dikem-balikan hanya
sebesar Rp 35 M, NPL mencapai p 2,9 M.(eda)
|
|