|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu |
20 Maret 2010
|
|
Pemkab Bolmong
Tinjau Lokasi
Bentrok Lolanan
|
Bolmong, KOMENTAR
Bentrok missal yang meletus di Desa Lolanan
Kecamatan Sangtombolang Kabupaten Bolmong dengan
pihak kepolisian serta petugas Balai Taman Nasional
Bogani Nani Wartabone (TNBNW), ternyata tak
didiamkan lewat begitu saja oleh Pemkab Bolmong.
Terbukti, pejabat dan sejumlah staf dari Kantor
Kesbangpolinmas (Kesatuan Bangsa, Politik,
Perlindungan Masyarakat) Bolmong langsung turun ke
lokasi, guna menghimpun data lebih rinci terkait
bentrok tersebut.
Keputusan turun ke lapangan itu rupanya juga
didasarkan pada ketidak-cocokan laporan yang masuk
ke Kantor Kes-bang-polinmas. Hal ini diakui Kepala
Kantor Kesbangpolin-mas Bolmong, Drs Ida Bagus
Ngurah Manuaba kepada se-jumlah wartawan, Jumat
(19/03) kemarin. “Kami harus tu-run ke lapangan guna
meng-kroscek kebenaran kerugian yang disebabkan
akibat ben-trok tersebut,” sebutnya.
Sebab, lanjut Manuaba, dari hasil operasi gabungan
Brimob dan Polhut yang menyisir kawas-an yang masuk
pada wilayah TNBNW, ditemukan adanya sejumlah warga
yang telah bercocok tanam di kawas-an yang
dilindungi tersebut. “Bentrok ter-jadi ketika para
warga itu hendak diamankan,” ungkapnya.
Namun dari hasil laporan yang masuk diketahui dalam
operasi tersebut pihak kepoli-sian dalam hal ini
Brimob telah merusak tanaman cengkih warga sebanyak
200 pohon, dan dari petugas polisi kehu-tanan
(polhut) TNBNW menga-ku hanya sekitar 20 an pohon
cengkih, sedangkan dari warga mengaku ada sekitar
3.000 pohon cengkih di lokasi terse-but yang dirusak
oleh petugas yang saat itu melakukan ope-rasi.
Lebih lanjut Manuaba mem-beberkan dari hasil
peninjauan yang dilakukan, diketahui areal TNBNW
yang saat ini telah dijadikan lahan pribadi ada
sekitar 60 hektar. Areal seluas itu dimiliki oleh
sekitar 61 orang warga yang sebagian besar berasal
dari masyarakat Desa Lolanan, dan sebagian lagi
warga desa Maelang.
“Kita benar-benar temukan di lapangan bahwa kawasan
yang dilindungi TNBNW sudah dikla-im milik warga.
Kita temukan juga ada sekitar 20 orang yang baru
sementara membuka la-han, untung saat ditemukan
mereka belum sempat mena-nam,” ujarnya.
Dari hasil penelusuran di Lolanan, ditemukan ada
seki-tar 6.000 pohon cengkih yang usianya
diperkirakan sudah mencapai 3-7 tahun yang mereka
tanam di lokasi yang masih merupakan kawasan TNBNW.
“Dari penelusuran kita sudah periksa yang rusak
akibat operasi gabungan Sabtu pekan lalu ada 190
pohon cengkih, 5 pohon kelapa, 5 pohon durian, dan
ada sebuah gubuk dalam kawasan hutan yang dirusak
akibat bentrok kemarin. Kita juga temukan sejumlah
1100 an bibit cengkih yang belum sempat ditanam
warga,” ungkapnya.
Namun begitu, Manuaba meyakinkan bahwa saat ini
kondisi di desa Lolanan sudah aman seperti semula.
Dan selanjutnya pemda akan memprakarsai pertemuan
bersama yang melibatkan pemerintah, pihak balai
TNBNW dengan unsut tripika setempat.(cop)
|
|