|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu |
12 Maret 2010
|
|
Penyerahan NIP-SK
CPNS Bolmong beraroma politis
Bunda ‘Tabung’ 3.360 Suara Ril
|
Kotamobagu, KOMENTAR
Atmosfir politis betul-betul memayungi acara
penyerahan Nomor Induk Pegawai (NIP) sekaligus SK
(Surat Keputusan) pengangkatan dan penempatan tugas
terhadap 840 CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di
lingkungan Pemkab Bolmong, Kamis (11/03) kemarin.
Kendati acara ini murni kegiatan pemerintahan, namun
dari mulut ke-840 CPNS yang didam-pingi suami/istri
ataupun orangtua masing-masing kerap terucap seruan
dan dukungan politis bagi Bupati Bolmong, Ny Dra Hj
Marlina Moha-Siahaan, terutama dikaitkan dengan
suksesi Gubernur-Wagub Sulut periode 2010-2015.
Aroma politis itu mulai tera-sa manakala para CPNS
dan keluarganya sudah memadati Mogolaing Convention
Center, sebutan buat gedung Sitti Barokah, di
Kelurahan Mogo-laing, Kecamatan Kotamobagu Barat,
Kota Kotamobagu. Se-belum acara dimulai, ribuan
orang yang ada di situ mulai dilatih untuk
mengucapkan yel-yel dukungan buat Bunda –sapaan
akrab Bupati Bol-mong, Ny Marlina Moha-Sia-haan.
“MMS ! MMS! Yes…Maju-majulah menang!” seru pem-bawa
acara diikuti oleh ra-tusan CPNS berseragam Kor-pri
tersebut.
Bahkan, seorang CPNS yang baru saja mendapatkan SK
dan NIP-nya menyerukan hal sama. Sebagai bentuk
syu-kur, ujarnya, yel-yel duku-ngan pun ia
kumandangkan. “Saya tak mampu berkata apa-apa lagi.
Sebagai bentuk terima kasih, MMS, yes !” seru CPNS
tersebut.
Dengan kata lain, acara penyerahan NIP dan SK
ter-sebut seolah menunjukkan bahwa menghadapi
Pilkada Sulut mendatang Bunda telah mengantongi
setidaknya 3.360 suara ril. Angka ini didapat dari
jumlah ke-840 orang CPNS dikali empat. Di mana, tiga
suara lain disum-bangkan oleh suami atau istri dari
sang CPNS serta ayah dan ibu mereka.
Politisasi makin kental saat Bunda membacakan
sambut-annya. Dengan gamblang ia menyebutkan hasil
survei dari tiga lembaga yang menyebut-kan dirinya
menempati posisi teratas dengan perolehan sebesar
25,4 persen sebagai calon wakil gubernur dari Partai
Golkar.
Namun demikian, Bunda menampik kalau suasana yang
terbentuk di situ adalah politisasi untuk para PNS.
Menurutnya, saat ini proses pilkada belum memasuki
tahapan kampanye. “Tidak, ini bukan politisasi. Itu
ben-tuk spontanitas dari PNS. Ini belum masuk
tahapan kam-panye dalam pilkada,” ujar Bunda,
singkat.
Diketahui, ke-840 CPNS yang menerima NIP dan SK itu
terdiri atas 391 orang hasil rekrutmen pada November
2009, 413 orang yang sudah diterima sejak 2008,
serta 36 Sekdes se-Kabupaten Bol-mong. “Sebanyak 413
orang tersebut terdiri atas 62 for-masi guru, 184
formasi kese-hatan dan sisanya sebanyak 167
merupakan formasi tek-nis,” kata Kepala BKDD (Ba-dan
Kepegawaian dan Diklat Daerah) Bolmong, Drs Hi
Mitran Tuna dalam laporan-nya.
Ia juga mengungkapkan, CPNS 2008 sebenarnya masih
harus berstatus 80 persen sebagai PNS, karena masa
magang yang harus ditempuh secara aturan adalah dua
tahun. “Namun ada kebijakan Bupati untuk sekaligus
mem-berikan status 100 persen terhadap mereka,”
sebut Mit-ran Tuna.
Akan halnya menurut Bupa-ti Marlina, alasan
dilakukan-nya hal tersebut sebagai ben-tuk
antisipasi dari peneri-maan CPNS 2010. Apalagi,
tambahnya, kebutuhan akan beberapa formasi masih
ting-gi. “Antisipasi bila tahun ini tidak ada
peluang buat Ka-bupaten Bolmong untuk me-rekrut
CPNS.
Kebutuhan akan tenaga di beberapa formasi masih
ting-gi. Itu yang disiasati untuk menjadi
pertimbangan,” pungkasnya.(cop)
|
|