HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Headline News

23 July 2012

WNI yang tertembak berhasil dioperasi
Si Penembak di Film Batman Menganggap Dirinya Joker


POLISI di Colorado men-duga ada kaitan erat antara James Holmes, si pelaku penembakan di Colorado, Amerika Serikat, dengan tokoh Joker di film Batman.
Daily Mail, Minggu (22/07) memberitakan, Holmes bertin-dak aneh sejak ditangkap Jumat (20/07) lalu. Dia tidak menunjukkan tanda-tanda menyesal dan seolah sedang berada dalam adegan film.
Seorang penghuni penjara di Arapahoe Detention Center yang lepas kemarin menga-
takan, Holmes terlihat me-ludah di sembarang tempat. Sama seperti aksi Joker di Film Batman: The Dark Knight. “Dia meludah di pin-tu dan meludahi penjaga,” ujar napi tersebut. “Dia me-ludahi semuanya. Dia ber-tingkah gila,” sambungnya.
Saat ini, Holmes masih di-tahan dalam penjara isolasi demi keamanannya. Sejum-lah napi lain memang sudah mengincar Holmes karena berang dengan kelakuannya.
“Semua orang sedang ber-usaha mencari kesempatan (untuk membunuhnya). Itu saja yang mereka bicara-kan,” ujar napi Wayne Medley. “Dia tidak memperlihat-kan sedikit pun rasa menye-sal,” ujar salah seorang staf detensi tersebut. “Dia berpikir sedang berakting dalam sebuah film,” lanjutnya.
Selain kelakuannya, polisi juga menemukan bukti bah-wa Holmes mengonsumsi obat Vicodin. Obat penghi-lang rasa sakit itu juga yang menyebabkan tewasnya pe-meran asli Joker, Heath Ledger, pada tahun 2008 karena overdosis.
Karakter The Joker digam-barkan dalam film Batman sebagai penjahat super yang kejam. Karakter itu pertama kali dikenalkan pada tahun 1940 dan terus populer hingga kini.
Tampilan The Joker me-mang dibuat seorang badut yang gemar berbuat krimi-nal. Dia selalu digambarkan sebagai psikopat tak bernu-rani, yang membunuh orang hanya untuk kesenangan pribadi. Seperti diketahui, dalam aksinya, dengan ber-kostum serba tertutup, Ja-mes Holmes melepaskan tembakan membabi buta saat penayangan perdana “Batman: The Dark Knight Rises” di Teater 16, Aurora, pada Jumat lalu pukul 00.05 waktu setempat.
Akibatnya, 12 orang tewas dan lebih dari 50 orang ter-luka. Tiga orang WNI ikut menjadi korban luka dalam insiden yang menyita perha-tian dunia ini. Holmes sendiri menyerahkan diri secara suka-rela usai melakoni aksinya.
Pada bagian lain, Konsulat Jenderal RI di Los Angeles memastikan korban penem-bakan saat pemutaran premier film Batman: The Dark Knight Rises, Rita Paulina Situmeang, membaik. Ope-rasi pengangkatan peluru sebagian sudah dilakukan. “Ibu Rita telah menjalami operasi siku kiri dan sudah dalam kondisi sangat baik,” kata Konjen RI di Los Angeles, Hadi Martono, Minggu (22/07).
Rencananya, Rita akan kembali menjalani operasi pada Senin (23/07) ini waktu Colorado, AS. Operasi terse-but untuk mengangkat pelu-ru yang bersarang di kaki.
“Sedangkan untuk kakinya baru akan dioperasi hari Senin waktu Colorado,” sam-bungnya. Konsuler KJRI di Los Angeles, Yuni Iyoun, menambahkan Rita kemarin menjalani operasi di lengan kiri yang terkena tembakan dua peluru. Operasi juga dilakukan untuk memper-baiki rekonstruksi siku. “Lengan kiri yang tertembak dua peluru, siku shattered. Operasi hari ini untuk rekon-struksi siku,” sambungnya.
Seperti diketahui, ada tiga WNI yang ikut menjadi korban penembakan si ‘joker’. Mereka adalah Anggiat Situmeang, Rita Paulina dan Prodeo et Patria.(dth/sbr)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin