HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Headline News

10 March 2015

Eksekusi 10 Terpidana Mati Serempak, 2 KRI Kawal Nusakambangan


Jakarta, KOMENTAR
Eksekusi mati para ter-pidana kasus narkotika akan dilaksanakan serem-pak pada detik yang sama untuk 10 orang. Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan, semua terpidana mati jilid 2 akan dieksekusi di Nusa-kambangan. “Berbarengan, untuk menghilangkan beban psikologis,” kata Jaksa Agung di kantor Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakar-ta, Senin (09/03). 
Secara teknis, satu orang terpidana mati akan diekse-kusi oleh satu regu polisi yang terdiri dari 13 orang, termasuk ketua regu. Na-mun, dari satu regu itu ha-nya tiga senjata laras pan-jang yang berisi peluru tajam
yang akan dihujamkan ke jantung terpidana. Tim da-lam regu itu juga tidak tahu senjata yang berisi peluru tajam untuk menghindari beban psikologi regu tembak itu. Tugas ketua regu me-nembak tereksekusi jika dokter menyatakan belum meninggal dunia. Yaitu de-ngan menembak di kepala atas telinga tereksekusi.
Prasetyo menjelaskan jika terpidana mati adalah 10 orang, maka para eksekutor dengan senjata standar Ke-polisian itu tinggal mengali-kan 13 orang. Para terekse-kusi akan ditutup mata. Na-mun, jika ada yang ingin di-eksekusi dengan mata ter-buka juga dibolehkan. “Nor-matifnya ditutup (mata),” kata Prasetyo.
Dia mengakui, mengekse-kusi mati terpidana kasus narkotika bukanlah hal yang menyenangkan. Tetapi ha-rus dilakukan mengingat efek narkotika yang merusak sangat dahsyat. Bahkan Indonesia saat ini sudah darurat narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang). Prasetyo menambahkan, lo-kasi eksekusi di Nusakam-bangan susah sangat sesuai karena lokasinya tertutup. Orang-orang yang tidak ber-kepentingan hanya diboleh-kan sampai di pelabuhan saja.
Jenazah para terpidana, ada yang dikembalikan ke keluarganya, ada pula yang minta dikremasi. Merupa-kan tanggungjawab negara untuk mengurus jasad para terpidana itu.
Sementara itu, menjelang eksekusi mati gembong nar-kotika, dua kapal perang di-siagakan di perairan Nusa-kambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Kedua kapal perang tersebut yakni KRI Di-ponegoro dan KRI Lambung Mangkurat, tergabung da-lam satuan tugas Operasi Perisai Nusa.
“Dua KRI tergabung dalam satuan tugas Operasi Peri-sai Nusa, yaitu operasi siaga tempur laut yang bertugas menjaga perbatasan, khu-susnya di armada KRI Ti-mur yaitu Indonesia bagian Timur dari mulai Cilacap sampai Papua,” kata Ko-mandan KRI Diponegoro Letkol Laut (P) Daru Cahyo Sumirat.(sbr/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin