HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Headline News

23 July 2012

Hadapi Park Ji Sung dkk, Persebaya Datangkan Wanggai

 

Surabaya, KOMENTAR
Menghadapi klub sepak-bola Liga Inggris, Queens Park Rangers (QPR) yang diper-kuat Park Ji Sung, manaje-men Persebaya memang se-ngaja mendatangkan Diego Michiels dan Patrich Wanggai. Hal ini dilakukan lantaran banyak pemain Persebaya yang cedera dan diragukan tampil. Menurut CEO PT Pe-ngelola Persebaya, Gede Wi-diade, didatangkannya dua pemain berlevel timnas itu untuk mengcover timnya yang tidak seimbang. Selain itu juga dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi tim.
“Kami hanya minta ban-tuan Patrich dan Diego un-tuk membantu kami serta mengcover tim saya. Sebe-narnya saya ingin idealis de-ngan menggunakan semua pemian saya. Tapi 5 pemain pilar saya cedera karena main 11 kali dalam sebulan. Makanya kita buka pintu undangan buat pemain,” katanya kepada wartawan di Mess Persebaya, Minggu (22/07). Dengan datangnya kedua pemain itu, Gede ber-harap timnya bisa menyu-guhkan pertandingan yang menawan dan menghibur masyarakat pecinta sepak-bola Indonesia, khususnya Surabaya.
“Saya pasti menyuguhkan pertandingan yang mena-wan, bukan hasil tapi entertain. Meski hasil akhir tetap kita optimalkan agar tidak menjadi lumbung gol seperti dua klub Malaysia,” imbuh-nya. Sementara itu, asisten pelatih Ibnu Graham menga-ku pihaknya sudah membe-rikan pengalaman pertandi-ngan melawan tim eropa. Ia pun berharap, dengan moti-vasi tinggi serta pengalaman bertandingnya ke pemain membuat tim tidak menjadi lumbung gol oleh pemain QPR.
Ibnu mengatakan, meski saat itu kondisinya sangat berbeda. Namun ia yakin para pemain Persebaya akan mempuyai motivasi lebih dalam menghadapi pertandi-ngan uji coba internasional. Sebagai catatan, Ibnu per-nah bermain untuk Perse-baya menjamu AC Milan di era 80-an.
“Sangat beda kondisinya. Kalau dulu saya main siang dan orang Eropa kalau main siang, fisiknya keteteran. Dan sekarang main malam. Dan saya yakin para pemain akan mempunyai keinginan secara tim dan individu untuk menunjukkan kepada lawan jika mereka juga bisa bermain sepakbola dan tidak menjadi lumbung gol,” pungkasnya.(dts/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin