|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
11 Maret 2010
|
|
Pembahasan Dana
Pilgub Tuntas
|
Manado, KOMENTAR
Setelah dua bulan digodok di DPRD Propinsi Sulut,
pemba-hasan dana pemilihan guber-nur (pilgub) tahun
2010 akhir-nya tuntas. Hal terjadi menyu-sul
disetujuinya pergeseran anggaran pemilihan umum
kepala daerah (pemilukada) oleh DPRD Propinsi Sulut,
da-lam rapat paripurna, Rabu (10/03) tadi malam.
Sebelumnya, lima fraksi di-berikan kesempatan untuk
menyampaikan pendapat akhir pada paripurna yang
dihadiri langsung Gubernur Sulut, Drs Sinyo Harry
Sarundajang, jajaran KPU propinsi dan KPU
kabupaten/kota, serta para undangan. Dalam pendapat
akhir lima fraksi tersebut, kecuali F-PDIP yang
tidak me-nyampaikan pendapat akhir karena absen
dalam paripur-na, semuanya sepakat menye-tujui
pergeseran/penyesuaian anggaran pilgub tahun 2010.
Dengan catatan, penggunaan anggaran-anggaran
tersebut harus memperhatikan aturan dan ketentuan
yang berlaku.
Sementara itu, Gubernur Sarundajang saat
menyam-paikan sambutan di hadapan rapat paripurna,
langsung memberi apresiasi dan peng-hargaan
setinggi-tingginya terhadap DPRD Propinsi Su-lut.
Sebab dengan adanya per-setujuan ini, Pemerintah
Pro-pinsi (Pemprop) Sulut sudah bisa menyerahkan
dana hibah ke sejumlah lembaga yakni KPU propinsi,
Polda Sulut dan Panwas Pilkada.
Ke semuanya ini, kata dia, akan bermuara pada
pelaksa-naan pilgub tepat waktu. Na-mun diingatkan,
penggunaan dana tersebut harus memper-hatikan
akuntabilitas, efisiensi dan efektifitas. Di sisi
lain, Benny Rhamdani sempat membuat suasana rapat
pari-purna menjadi hangat. Namun bukan apa-apa,
sebab Rham-dani tiba-tiba hadir dalam rapat
paripurna yang diboikot delapan rekannya di F-PDIP.
Sontak, Rhamdani langsung diberikan applaus dari
sejum-lah legislator yang hadir. Me-nariknya,
Rhamdani setelah duduk di kursinya, sempat
memberikan pernyataan. Kata Rhamdani, dirinya tidak
se-pendapat dengan teman-te-mannya di F-PDIP yang
me-milih tidak hadir.
Sekadar diketahui, sebelum rapat paripurna penetapan
dilakukan, Badan Anggaran sudah melakukan
pembahas-an terhadap pergeseran/pe-nyesuaian
anggaran pemilu-kada tahun 2010, pada siang hingga
sore hari kemarin. Na-mun kesimpulan rapat Badan
Anggaran tersebut tidak diteri-ma seluruh personel
F-PDIP yang duduk di Badan Anggar-an. Bahkan lima
personel F-PDIP masing-masing Djenri Keintjem SH MH,
Drs Steven Kandouw, Mikson Tilaar, dr Ivonne Bentelu
dan Andrei Angouw, sempat walk out.
Secara terpisah, Ketua F-PDIP, Djenri Keintjem SH MH
menga-takan, mereka walk out karena kesimpulan Badan
Anggaran bersifat sepihak. “Ketua Badan Anggaran
dengan otoritasnya telah menyimpulkan hasil
pem-bahasan badan anggaran. Pa-dahal itu tidak boleh
dilakukan. Harusnya berkoordinasi dulu dengan semua
pimpinan Badan Anggaran walau hanya bebera-pa menit
saja. Tapi itu tidak dila-kukan. Jadi kami
memperta-nyakan, apa ini kesimpulan Badan Anggaran
atau ketua hanya badan anggaran?” ketus Keintjem.
Lebih lanjut dikatakan, apa yang dilakukan F-PDIP
ini bu-kan untuk menghalang-hala-ngi pembahasan.
Sebab F-PDIP selalu mengusulkan hal-hal yang
berkaitan dengan ke-lancaran pembahasan. “Kalau saja
usulan F-PDIP disetujui, bahwa pembahasan sebaiknya
dilakukan tim perumus, pasti tidak seperti ini,”
imbuhnya.
Ditambahkan, F-PDIP sebe-narnya sedang berjuang agar
pilgub dilaksanakan seefektif dan seefisien mungkin.
Karena pembiayaan dana pilkada harus sesuai
kemampuan ke-uangan daerah. “Kami sedang berjuang
agar dana pilgub bisa dikurangi. Sebab masih ba-nyak
kebutuhan masyarakat yang perlu mendapat perha-tian
seperti masalah demam berdarah,” tandasnya.
Menurut penilaian F-PDIP, pilgub harus jalan tepat
waktu tapi juga harus hemat anggar-an. “Menurut
kami, satu pu-taran Rp 40 miliar. Bukan se-perti
sekarang, semua dana hibah sudah dialokasikan. Tapi
selama kami memper-tanyakan pengalokasian dana ini,
eksekutif tidak mampu menjawab. Jadi terkesan,
da-lam proses pembahasan ada unsur penghamburan uang
rakyat, tidak ada usaha untuk menghemat anggaran.
Jadi silakan masyarakat yang me-nilai,”
tegasnya.(dav)
PERGESERAN/PENYESUAIAN ANGARAN PEMILUKADA
Uraian Sebelumnya Bertambah Berkurang Menjadi
KPU Propinsi Rp 90.717.811.680 - Rp 2.001.600.000 Rp
88.716.211.680
Pengamanan Rp 12.000.000.000 Rp 3.000.000.000 - Rp
15.000.000.000
Panwaslu Rp 11.282.188.320 Rp 2.000.000.000 - Rp
13.282.188.320
Jumlah Rp 114.000.000.000 Rp 5.000.000.000 Rp
2.001.600.000 Rp 116.998.400.000
|
|