|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
23 July 2012
|
|
Pakar Astronomi
Temukan “Neraka”
|
PARA pakar astronomi de-ngan menggunakan teleskop
antariksa NASA berhasil me-nemukan sebuah planet
“neraka’ yang berukuran kecil. Planet itu memiliki
permukaan yang ditutupi oleh larva cair. Dilansir
Skymania, Sabtu (20/07) lalu, planet baru yang
diberi label UCF-1.01 terletak di 33 tahun cahaya di
kon-stelasi Leo. Dengan demikian planet tersebut
menjadi objek yang paling dekat ditemukan di luar
tata surya kita. UCF-1.01 ditemukan secara tidak se-ngaja
oleh tim internasional yang menggunakan
observa-torium Spitzer.
Salah satu ilmuwan, Kevin Stevenson dari University
of Central Florida mengatakan, “Saya melihat objek
kecil yang samar dalam cahaya bintang dan saya ingin
mengetahui objek tersebut. Saya tahu jika
sinyal-sinyal itu periodik bisa dikatakan bahwa itu
adalah sebuah planet yang tidak dikenal.”
Sementara itu, Profesor Joseph Harrington dan
maha-siswa Nate Nafsu, yang me-rupakan bagian dari
UCF, melakukan pengamatan ratusan jam dari data yang
dikumpulkan Spitzer, wa-hana Deep Impact, teleskop
VLT di Chile serta Teleskop yang berada di Kanada,
Prancis dan Hawaii. Dari pe-ngamatan tersebut mereka
menemukan gambaran yang lebih detil mengenai kondisi
planet tersebut.
Mereka menghitung lebar planet sekira 5.200 mil
(8.400 km) dan mengorbit dekat dengan bintang
induk-nya planet tersebut berputar mengelilingi
orbitnya hanya 1,4 dari rotasi bumi. Kemu-dian suhu
di planet tersebut mencapai 600 celcius.
ASTEROID
Pada bagian lain, asteroid dengan diameter 1
kilometer bakal melintas di jaraknya yang paling
dekat dengan bumi pada Senin (23/07) pagi ini. Di
saat terdekatnya, asteroid bernama 2002 AM31 akan
berada di jarak 5.250.000 km dari Bumi. “Pada Senin
23 Juli pulkul 06.39 WIB 2002 AM31 akan berada di
jarak 5.250.000 km. Jarak ini sama dengan 13,7 kali
jarak Bumi dan Bulan,” ujar Profesor Riset Astronomi
Astrofisika Lem-baga Penerbangan dan An-tariksa
Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin.
Menurut dia, asteroid ini diperkirakan akan mendekat
lagi ke Bumi sekitar tahun 2032. Apakah di jarak
ter-dekatnya dengan Bumi akan ada dampak yang
ditim-bulkan? Jangan khawatir, Bumi dan manusia aman.
“Meski mendekati Bumi, namun jaraknya masih cukup
jauh,” sambung Djamaluddin.
Nah, 25 Juli dini hari se-kitar pukul 01.29 WIB,
aste-roid lain juga akan mende-kati Bumi. Asteroid
bernama 2012 OKI ini ukurannya lebih kecil ketimbang
2002 AM31, hanya berdiameter 195 meter. Namun
demi-kian, jaraknya justru lebih dekat dengan Bumi.
“Jarak-nya sekitar 3 juta Km dari Bumi, atau 7,7
kali jarak Bumi-Bulan. Ini termasuk yang berpotensi
berbahaya kalau dekat dengan Bumi, namun di jarak 3
juta Km masih aman,” papar alumnus Universitas
Kyoto, Jepang, ini. Fenomena ‘merapatnya’ asteroid
ke Bumi bisa dilihat oleh manusia. Namun dibu-tuhkan
teleskop untuk meli-hat dengan lebih jelas.
“2002 AM31 itu mendekati Bumi saat di Indonesia
matahari sudah terbit, jadi sulit diamati. Kalau
2012 OKI masih mungkin teramati karena terjadinya
pada dinihari. Ini seperti bindang yang berpindah,”
tutur Djamaluddin. Asteroid yang melintas dekat Bumi
men-jadi perhatian. Sebab asteroid berdiameter 9
meter pernah jatuh di Teluk Bone pada 2009 lalu.
Jatuhnya asteroid di masa lalu di-perkirakan
mengakibatkan punahnya dinosaurus ju-taan tahun lalu.
Pemantauan asteroid tidak hanya dilakukan saat objek
tersebut melintas di dekat Bumi saja. Pemantauan
juga dilakukan dengan melihat evolusi orbitnya.
Hingga saat ini, sejak adanya proyek pengamatan
asteroid dekat Bumi yang dilakukan sekitar 1980-an,
terdeteksi 8.000 lebih asteroid di sekitar Bumi.
Jarak asteroid-asteroid ini ini jaraknya sekitar 150
juta km dari matahari.(sbr/tnc)
|
|