HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Totabuan

10 March 2015

Hasil supervisi di lokasi tambang emas
ESDM Temukan Penyimpangan Kecil di JRBM


Bolaang Uki, KOMENTAR
Tim dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral Bol-mong Selatan, baru-baru ini telah melakukan supervisi di lokasi tambang emas PT J Resources Bolmong, di wila-yah Kecamatan Pinolosian Timur. Mengunjungi aktivi-tas tambang emas terbesar di Bolmong raya ini ber-langsung selama empat hari yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas ESDM, Syahril Gaib.
Dari hasil penyisiran tim di lokasi ditemukan adanya indikasi penyimpangan pada lokasi penyimpanan barang bekas. Meski temuan itu tergolong kecil, ESDM meni-lai benda bekas dan rentan berkarat itu beresiko pada lingkungan sekitar (tanah).
“Hasil pantauan kami rata-rata tidak ada masalah. Tapi tetap ada temuan. Adalah penempatan barang bekas yang tidak layak dan berpo-tensi korosif (karatan). Ini bisa meresap ke dalam ta-nah dan bisa berdampak buruk,” terang Syahril Gaib, saat ditemui di ruang ker-janya, belum lama ini.
Karena itu, katanya, ESDM meminta kepada pihak peru-sahaan untuk segera mem-perhatikan soal penempatan barang bekas untuk di tem-patkan di lokasi yang aman.
“Kami sudah tegaskan kepada perusahaan segera menempatkan barang bekas di tempat yang lebih layak yang tidak beresiko pada lingkungan,” katan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) ini.
Dia menambahkan, kegia-tan supervisi ini rutin di-laksanakan ESDM setiap tiga bulan. Inti dari kegiatan adalah pengawasan kegiatan pertambangan PT JRBM. Yang menjadi objek penga-wasan, semua yang tekait kegiatan pengolahan tam-bang, dilihat dari sisi ling-kungannya dan sisi teknis. “Setiap tiga bulan tapi bukan berarti hanya sekali turun. Bisa sampai dua atau tiga kali,” ucapnya.
Lanjutnya, selaku instansi teknis, ESDM sudah sangat berhati-hati dan lebih me-ningkatkan pengawasan ter-hadap aktivitas pertamba-ngan PT JRBM. Dirinya me-ngaku cukup trauma de-ngan unjuk rasa penolakan tambang yang dilakukan masyarakat Dumagin Ber-satu, Kecamatan Pinolosian Timur (Pintim) pada De-sember lalu.
“Gerakan itu muncul kare-na adanya isu dugaan su-ngai Dumagin telah tercemar limbah tambang. Pasca keja-dian itu, kami sangat ber-hati-hati. Mudah-mudahan tidak terulang lagi,” ka-tanya.(fai)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin