HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Totabuan

10 March 2015

Sudah Ikut Gladi, Tapi Batal Dilantik


Kotamobagu, KOMENTAR
Sebuah kekeliruan yang cukup fatal dibuat oleh Badan Pertimbangan Kepangkatan dan Jabatan (Baperjakat) Pemkot Kotamobagu. Kekeli-ruan itu, berupa mengirim undangan kepada seorang birokrat, untuk mengikuti upa-cara pelantikan dan pengam-bilan sumpah 15 pejabat baru 
di Pemkot Kotamobagu, Senin (09/03) kemarin. Da-lam undangan itu bahkan diberi catatan, agar pejabat dimaksud mengenakan Pa-kaian Sipil Lengkap (PSL) berupa setelan jas plus kopiah.
Adalah Hi Hamzah Kastur SE ME, birokrat yang diun-dang oleh Baperjakat mela-lui Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD), un-tuk datang ke aula kantor walikota pagi kemarin. Be-gitu menerima undangan, terlebih ada catatan untuk memakai PSL, suasana hati Unceng –sapaan akrabnya– kontan berbunga-bunga.
Ia pun langsung menyiap-kan perlengkapan yang di-butuhkan, karena hendak ikut upacara pelantikan. Kepercayaan dirinya makin tinggi, sebab dia termasuk di antara puluhan kontestan lelang jabatan di Pemkot Kotamobagu. Ditambah lagi, berdasarkan pengumuman panitia seleksi (pansel), namanya dinyatakan lulus fit and proper test.
Senin pagi, beberapa jam sebelum upacara dimulai, alumnus Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (Di-klat Pim) II tahun 2013 silam ini sudah berada di aula kantor walikota. Birokrat yang sempat non job sepu-langnya dari mengikuti Di-klat Pim II itu, namun akhir-nya dipromosi ke Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM inipun berbaur dengan koleganya yang juga bersiap dilantik.
Kira-kira setengah jam menjelang puncak acara, seluruh pejabat yang sudah ada di aula –termasuk Un-ceng, tentunya– diminta bersiap. Mereka kemudian mengikuti gladi resik upa-cara pelantikan dan pe-ngambilan sumpah. Karena rata-rata birokrat tersebut sudah pernah mengikuti acara serupa sebelumnya, gladi resik pun berjalan lancar.
Tepat menjelang 15 menit sebelum acara resmi ber-langsung, Unceng yang pada proses lelang jabatan me-lamar untuk kursi Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker), tiba-tiba dipanggil menghadap ke ruang kerja Sekretaris Kota (Sekkot) Drs Hi Mustafa Limbalo. Tanpa perasaan apa-apa, pria tinggi tegap inipun bergegas menuju lantai II sisi selatan. Tempat ruang kerja sekkot berada.
Tidak lebih lima menit bertemu dengan sekkot yang juga Ketua Tim Baperjakat, Unceng terlihat turun dari lantai II. Wajahnya sudah tidak ceria lagi, seperti ke-tika baru tiba di kantor walikota. Ia bahkan tidak bergabung lagi dengan teman-teman pejabat lain yang masih duduk-duduk menunggu di aula. Akan tetapi langsung menuju tempat parkir, naik ke mobil pribadinya dan menghilang.
Ada apa gerangan? Sejum-lah awak media yang sempat memperhatikan situasi itu, diliputi tanda tanya besar. Komentar pun kemudian mencoba menghubungi Un-ceng di ponselnya. Setelah tersambung, Unceng dengan nada datar berucap: “Seba-gai PNS, saya harus siap ditempatkan di mana saja. Termasuk tidak diberi tugas atau tanggung jawab apa-apa.”
Tapi, Anda kan telah diun-dang –bahkan sampai sudah ikut gladi resik? “Yah, begi-tulah. Pak Sekkot hanya menyampaikan kepada saya bahwa ada miskomunikasi. Hanya itu yang beliau kata-kan. Tidak ada penjelasan lain lagi, sehingga saya lang-sung memutuskan pulang ke rumah saja,” terang man-tan Kepala Dinas Perindus-trian Perdagangan Koperasi dan Penanaman Modal (Dis-perindagkop-PM) Kotamo-bagu ini.
BAPERJAKAT CEROBOH
Peristiwa tidak sedap yang dialami Hamzah Kastur, rupanya tak luput dari per-hatian kalangan Dewan Kota (Dekot). Menurut Wakil Ke-tua Dekot, Hi Djelantik Mo-kodompit SSos ME, kekeli-ruan tersebut lebih disebab-kan oleh kecerobohan Ba-perjakat. “Ini rawan buat walikota, kalau tetap mem-biarkan orang-orang cero-boh berada di lingkaran pemerintahannya,” katanya, mengingatkan.
Sekkot Mustafa Limbalo sendiri belum dapat dimintai klarifikasi, terkait kekeliruan tersebut. Namun dugaan lain berkembang, batal di-lantiknya Hamzah Kastur sebagai Kepala Dinsosnaker, lantaran Walikota Ir Hj Ta-tong Bara masih ingin mem-pertahankan Haris Podomi SH di kursi tersebut.
Dugaan itu akhirnya men-jadi kenyataan, setelah Haris Podomi dilantik bersama 14 pimpinan SKPD baru lain-nya. Menariknya, pelantikan dan pengambilan sumpah yang diikuti Haris Podomi sebagai Kepala Dinsosnaker, boleh dikata kali kedua diikuti olehnya pada jabatan yang sama.
Bahkan, bukan hanya Haris yang dua kali dilantik pada jabatan yang sama. Akan tetapi, Ir Hi Moh Hardi Mokodompit ME juga mengalami hal serupa. Yaitu dilantik lagi sebagai Kepala Dinas Pertanian Perikanan Peternakan Perkebunan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (DP4KKP). Sesuai catatan harian ini, duo H (Haris-Hardi) sebelumnya telah dilantik dalam jabatan tersebut pada 17 Februari 2014 silam.(cop)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin