|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita Totabuan
|
23 July 2012
|
|
Pemekaran tak
Semudah
Membalik Telapak Tangan |
Kotamobagu, KOMENTAR
Tonny Ponongoa AmPd se-laku Pelaksana Tugas (Plt)
Camat Kotamobagu Timur, rupanya sudah mengetahui
tentang wacana pemekaran wilayah yang kini bertiup
ken-cang di Moyag bersatu. Ia me-ngaku sudah
didatangi oleh sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh
adat, dari tiga desa di sana. Masing-masing Desa
Moyag Tampoan, Moyag induk, dan Moyag Todulan.
“Saya sudah mendapat lapo-ran sekaligus ditemui lang-sung
oleh sejumlah tokoh mas-yarakat dan tokoh agama dari
tiga desa di Moyag bersatu. Mereka satu suara,
gelisah dengan adanya beredarnya isu tersebut.
Sekaligus mere-ka juga menegaskan tidak akan
berpisah atau dipisah-kan, dari bagian masyarakat
Kota Kotamobagu untuk ber-gabung ke Kabupaten Boltim,”
bebernya kepada Komentar, Minggu (22/07) kemarin.
Ia pun telah pula memberi-kan penegasan kepada warga
yang datang menghadap diri-
nya pada pekan lalu itu. “Saya katakan kepada
mere-ka bahwa tidak usah tang-gapi isu tersebut,
apalagi wa-cana dimaksud tidak sepe-ngetahuan kami
sebagai wa-kil pemerintah di tingkat ke-camatan. Kan
seyogyanya ka-lau akan ada pemekaran, baik desa/kelurahan
atau-pun kecamatan, itu harus sepengetahuan
pemerintah,” tutur Tonny.
“Saya juga sudah menanya-kan langsung persoalan ini
kepada Sangadi Moyag Todu-lan dan Moyag Tampoan be-serta
tiga sekretaris desa. Me-nurut penjelasan mereka,
wacana itu dihembuskan oleh oknum-oknum tertentu
dengan latar belakang sakit hati. Artinya, materi
yang dikemukakan para pengga-gas itu lebih cenderung
ala-san pribadi ketimbang demi ke-pentingan umum,”
lanjutnya.
Informasi yang diterimanya menyebutkan, kelompok
pemrakarsa itu merancang pemekaran dimulai dari
tingkat desa. Wilayah Moyag bersatu yang saat ini
terdiri atas tiga desa, akan dimekar-kan menjadi
tujuh desa. Setelah itu berdiri menjadi sebuah
kecamatan. “Setelah Kecamatan Moyag ini berdiri,
langkah selanjutnya adalah bergabung masuk dalam
wilayah Kabupaten Boltim,” ungkap Camat yang juga
me-rangkap Sekretaris Dinsos-naker (Dinas Sosial dan
Te-naga Kerja) Kotamobagu ini.
“Tapi barangkali mereka lupa bahwa pemekaran wila-yah
itu tidak semudah mem-balik telapak tangan.
Semua-nya butuh proses dan peren-canaan yang matang.
Terma-suk ketersediaan sarana dan prasarana,
personel pegawai, sampai ke persoalan dukung-an
anggaran,” tandasnya.
Yang pasti, kata Tonny, pihaknya tetap memberikan
perhatian serius terhadap persoalan tersebut. “Kami
tentu tidak akan mendiam-kan hal ini terus bergulir.
Kami akan mengambil lang-kah-langkah konkrit,
khu-susnya mencegah supaya jangan terjadi gesekan di
kalangan masyarakat lanta-ran muncul pro-kontra
ter-kait wacana tersebut,” te-gasnya.(cop)
|
|